Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

TUGAS UTAMA GURU


Undang-undang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 1 menyebutkan Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Kendati begitu, belum semua guru benar-benar memahami apa dan bagaimana tugas utama guru tersebut. Dalam tugas sehari-hari kadang kala guru belum bisa apakah yang dilakukan itu mengajar atau mendidik, membimbing atau mengarahkan, menilai atau mengevaluasi. Padahal jika ditelaah satu persatu makna dari tugas utama guru tersebut sangatlah berbeda walau saling berkaitan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Untuk sekedar penyegaran apa dan bagaimana tugas utama guru yang tersirat dalam undang-undang guru dan dosen tersebut. Berikut ini pengertian atau makna dari masing-masing tugas utama tersebut :

Mendidik
Mendidik dapat diartika sebagai usaha mengantarkan anak didik kearah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani, mendidik sebagai upaya pembinaan pribadi terhadap sikap mental dan akhlak anak didik. Mendidik lebih komprehensif yakni membina anak secara utuh baik ranah kognitif, efektif maupun psikomotorik agar tumbuh dan berkembang menjadi insan berkepribadian dan berakhlak mulia.

Mengajar
Secara sempit, mengajar berarti memberi pelajaran atau menyampaikan dan menanamkan pengetahuan kepada siswa. Mengajar lebih menekankan kepada "transfer of knowledge". Sedangkan secara luas mengajar adalah upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya kegiatan belajar bagi siswa, sehingga siswa berperan aktif dalam proses belajar mengajar.
Dapat disimpulkan bahwa mengajar merupakan upaya untuk menyampaikan dan menanamkan pengetahuan kepada siswa dengan suasana yang kondusif dan interaktif antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Membimbing
Membimbing merupakan suatu kegiatan menentu dan mengarahkan anak didik sesuai dengan tingkat perkembangannya, baik perkembangan emosi, minat, kecerdasan maupun sosial. Membimbing juga berarti membantu memecahkan persoalan-persoalan atau kesulitan yang dihadapi anak didik sehingga mencapai perkembangan yang lebih baik.

Mengarahkan
Mengarahkan berarti memberi petunjuk kemana anak didik akan menuju dan menghasilkan tujuan apa yang akan dicapai, dalam hal ini mengarahkan berhubungan dengan kegiatan menghadapkan anak didik pada situasi dan kondisi yang berkaitan dengan proses untuk mencapai tujuan.

Melatih
Melatih adalah kegiatan membiasakan anak didik agar memperoleh ketrampilan dasar yang bermanfaat sesuai dengan tingkat kemampuannya. Melatih dapat dilakukan dengan memberi latihan-latihan dan pembiasaan secara terus menerus sampai anak didik mengalami perubahan dari tidak bisa menjadi bisa.

Menilai
Menilai berarti menyimpulkan dan mengolah informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. menilai dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester atau ulangan kenaikan kelas. Menilai digunakan untuk memulai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Mengevaluasi
Mengevaluasi berarti mengukur suatu kegiatan untuk mengetahui perubahan perilaku yang terjadi pada anak didik. Mengevaluasi dapat juga diartikan suatu keseluruhan kegiatan pengukuran, apakah proses pembelajaran yang dilaksanakan sudah berhasil atau belum. Ukuran keberhasilan adalah peserta didik mengalami perubahan dari belum tahu menjadi tahu, dari belum paham menjadi paham.
Perbedaan yang jelas antara menilai dan mengevaluasi adalah jika menilai tolok ukurnya berupa nilai kuantitatif (angka-angka), sedangkan dalam mengevaluasi tolok ukurnya berupa nilai kualitatif (kata-kata).

Penjelasan-penjelasan tersebut di atas jika benar-benar dipahami satu persatu makna atau arti setiap kata maka apa yang menjadi tugas utama guru yang diamanatkan dalam pasal 1 ayat 1 Undang-undang Guru dan Dosen memiliki pengertian yang berbeda walaupun dalam pelaksanaannya tidak bisa dipisah-pisahkan dan saling berkaitan. Dalam pelaksanaan tugas utama tersebut, guru diwajibkan benar-benar memahami apakah yang dilakukan itu termasuk mendidik atau mengajar, membimbing atau melatih, menilai atau mengevaluasi. Jika hal tersebut benar-benar dipahami dan dilaksanakan secara konsisten, maka apa yang diharapkan agar menjadi guru yang profesional akan terwujud.

Kamis, 05 Juli 2012

UNDANG-UNDANG GURU DAN DOSEN 4 KOMPETENSI GURU

UNDANG-UNDANG GURU DAN DOSEN
4 KOMPETENSI GURU
KOPETENSI
INDIKATOR KOMPETENSI
Paedagogik
Kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:
1.      Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
2.      Pemahaman terhadap peserta didik
3.      Pengembangan kurikulum/silabus
4.      Perancangan pembelajaran
5.      Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
6.      Evaluasi hasil belajar dan
7.      Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilki

Kepribadian
Sekurang-kurangnya mencakup kepribadian yang:
1.      Mantap
2.      Stabil
3.      Dewasa
4.      Arif dan bijaksana
5.      Jujur
6.      Berwibawa
7.      Berakhlak mulia
8.      Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
9.      Secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri
10.  Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan

Sosial


1.      Berkomunikasi lisan, tulisan dan atau isyarat
2.      Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi pendidik dan dan tenaga kependidikan
3.      Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan
4.      Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta system nilai

Profesional
Kemampuan guru dalam penugasan materi secara luas dan mendalam


METODE PEMBELAJARAN

1.Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
2. Metode Diskusi

Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
macam-macam metode pembelajaran

Macam-Macam Metode pembelajaran

4. Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
5. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
7. Metode Study Tour (Karya wisata)
Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.
8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut
10. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.
11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.
12. Project Method
Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
13. Taileren Method
Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya
14. Metode Global (ganze method)
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.

Demikian macam-macam metode pembelajaran

Semoga dapat menjadi bahan acuan dalam menerapakan metode pembelajaran untuk peserta didik.
Buku acuan : Simamora, Roymond H. (2009). BUKU AJAR PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN.

MOTIFASI BELAJAR

Dalam membicarakan macam-macam motivasi belajar, disini saya hanya akan dibahas dari dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”.
a)      Motivasi Intrinsik
Menurut Syaiful Bahri (2002:115) motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sejalan dengan pendapat diatas, dalam artikelnya Siti Sumarni (2005) menyebutkan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang. Sedangkan Sobry Sutikno (2007) mengartikan motivasi intrinsik sebagai motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan, motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa mendapat rangsangan dari luar.
Contohnya : siswa yang belajar, karena memang dia ingin mendapatkan pengetahuan, nilai ataupun keterampilan agar dapat mengubah tingkah lakunya, bukan untuk tujuan yang lain. Intrinsic motivations are inherent in the learning situations and meet pupil-needs and purpose. Itulah sebabnya motivasi intrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari dalam diri dan secara mutlak terkait dengan aktivitas belajarnya.

b)      Motivasi Ekstrinsik

Menurut A.M. Sardiman (2005:90) motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sedangkan Rosjidan, et al (2001:51) menganggap motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian seseorang mau melakukan sesuatu. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar.
Misalnya, seseorang belajar karena tahu besok akan ada ulangan dengan harapan mendapatkan nilai yang baik, sehingga akan dipuji oleh guru, atau temannya atau bisa jadi, seseorang rajin belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan oleh orang tuanya. Jadi, tujuan belajar bukan untuk mendapatkan pengetahuan atau ilmu, tetapi ingin mendapatkan nilai baik, pujian ataupun hadiah dari orang lain. Ia belajar karena takut hukuman dari guru atau orang tua. Waktu belajar yang tidak jelas dan tergantung dengan lingkungan sekitar juga bisa menjadi contoh bahwa seseorang belajar karena adanya motivasi ekstrinsik.

KODE ETIK GURU INDONESIA

Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa Pendidikan adalah merupakan suatu bidang Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan pada umumnya dan  ,Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang –Undang Dasar 1945 . Maka Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya sebagai Guru dengan mempedomani dasar –dasar sebagai berikut :

  1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
  2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing –masing .
  3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik , tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
  4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik –baiknya bagi kepentingan anak didik
  5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .
  6. Guru secara sendiri – sendiri dan atau bersama – sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .
  7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
  8. Guru bersama –sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
  9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.

KATA KERJA OPRASIONAL



KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK AFEKTIF

NO.
ASPEK
KATA KERJA DALAM KBK
KATA KERJA UNTUK ALAT UKURNYA

1
Kemauan menerima
-  mendengarkan dengan perhatian
- meningkatkan kesadaran  akan pentingnya belajar
- menunjukkan sensitifitas akan keperluan manusia dan persoalan-persoalan masyarakat
- menerima berbagai-bagai kebiasaan
- menerima dengan baik sebagai aktivitas kelas

    - bertanya
    - memilih
    - memberikan
    - mengikuti
    - memberi
    - berpegang teguh
    - mengidentifikasi
    - melokalisir
    - memberi nama
    - menunjuk
    - memilih
    - menjawab
    - menggunakan

2
Kemauan menanggapi
- melengkapkan pekerjaan rumah yang ditentukan
- menaati peraturan sekolah
- ikut serta dalam diskusi sekolah
- melengkapi karya laboratorik
- sukarela melaksanakan tugas-tugas khusus
- menyukai menolong orang lain

-          menjawab
-          membantu
-          menghimpun
-          memperbincangkan
-          menolong
-          memberi nama
-          mempertunjukkan
-          memperaktekkan
-          mengemukakan
-          membaca
-          melaporkan
-          memilih
-          memberikan
-      menuliskan


NO.
ASPEK
KATA KERJA DALAM KBK
KATA KERJA UNTUK ALAT UKURNYA

3
Berkeyakinan
-    menunjukkan kepercayaan akan proses demokrasi
-    menghargai keputusan baik
-    menghargai peranan pengetahuan (lain subyek) dalam kehidupan sehari-hari
-    menunjukkan perhatian akan kesejahteraan orang lain
-    menunjukkan sikap pemecahan masalah
-    menunjukkan rasa wajib terhadap perbaikan masyarakat
-    menulis kembali
-    menyimpulkan
-    menceritakan
-    menulis

-    melengkapi
-    menggambarkan
-    membeda-bedakan
-    menjelaskan
-    mengikuti
-    membentuk
-    memprakarsai
-    mengajak
-    bekerjasama
-    mempertimbangkan kebenaran
-    mengusulkan
-    membaca
-    melaporkan
-    memilih
-    mempelajari
-    ikut serta
-    berkarya




NO.
ASPEK
KATA KERJA DALAM KBK
KATA KERJA UNTUK ALAT UKURNYA

4
Penerapan dalam kehidupan sehari-hari 
-    mengenal perkara keseimbangan antara keseimbangan dan tanggungjawab dalam demokrasi
-    mengenal peranan perencanaan yang sistimatik dalam pemecahan persolan
-    menerima tanggungjawab bagi perilakunya sendiri
-    memahami dan menerima kekuatan dan keterbatasanya
-    merumuskan rencana kehidupan yang selaras dengan……

-    terikat
-    mengubah
-    menyusun
-    mengkombinasikan
-    memperbandingkan
-    melengkapi
-    mempertahankan
-    menjelaskan
-    menarik kesimpulan umum
-    mengidentifikasikan
-    mengintegrasi
-    membuat modifikasi
-    menyusun
-    mengorganisir
-    mempersiapkan
-    menghubungkan
-    mensintesa




NO.
ASPEK
KATA KERJA DALAM KBK
KATA KERJA UNTUK ALAT UKURNYA

5
Ketekunan, ketelitian
-    menunjukkan keinsyafan yang benar
-    menunjukkan kepercayaan diri untuk bekerja sendirian
-    mempraktekkan kerjasama dalam aktivitas golongan
-    menggunakan langkah-langkah yang aktif dalam memecahkan persoalan
-    menunjukkan ketekunan, ketelitian dan disiplin pribadi
-    bertindak
-    membeda-bedakan
-    memperagakan


KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK PSIKOMOTORIK

  1. Meniru
  2. Menyusun
  3. Melakukan suatu pekerjaan dengan bimbingan
  4. Melakukan dengan baik
  5. Melakukan dengan sangat baik

NO.
KATA KERJA untuk Kompetensi Dasar
KATA KERJA UNTUK Indikator

1
Menuliskan dengan cermat dan teliti
Mewujudkan
2
Menggambarkan kembali suatu gambar
Membina
3
Mempersiapkan alat-alat laboratoirum secara cepat dan tepat
Mengkalibrasi
4
Memperbaiki alat-alat elektrik secara tepat dan benar
Menukar
5
Mendemonstrasikan cara-cara keja yang benar
Membersihkan
6
Menunjukkan suatu keterampilan
Menyusun
7
Menciptakan cara-cara baru dari suatu pertunjukkan
Menghubungkan


Melatih


Mengikuti


Melokalisir


Mengikat


Mencampur


Menajamkan


Mengaduk


Memanaskan


Mengerjakan dengan teliti


Menggunakan


Mengidentifikasi


Memulai


Memalu


Menjatuhkan


Menghapus


Menganyam


Memahat


Membukukan


Melacak


Memisahkan


Mengganti


Menyisipkan


Menumbuhkan


Menanam


Menimbang


Memangku


Menjodohkan


Membeli


Membagi-bagi


Memperlihatkan


Mempertunjukkan


Menirukan


Mendemonstrasikan


Menerangkan


Mengubah


Merevisi


Merakit